
AKINDO merupakan sebuah Akademi komunikasi terapan yang bertempat di jalan Laksda Adisucipto km6,3 Yogyakarta. AKINDO (Akademi Komunikasi Indonesia) menyimpan beberapa misteri dari awal berdirinya hingga saat ini.
AKINDO berdiri pada bulan Agustus tahun 1994 atas prakarsa dosen-dosen UGM (Universitas Gadjah Mada), sebut saja pak BG dan pak DD dari owner dari pihak Direktur Radio Retjo Buntung FM. Mereka berniat membentuk suatu tempat pendidikan khusus Komunikasi terapan. Akhirnya berdirilah AKINDO dengan program studi D3 (3 tahun) dan memiliki 4 program studi yaitu AD (advertising), BC R-TV (Broadcasting Radio & TV), BC F (Broadcasting Film), dan PR (Publik Relation). saat itu AKINDO bertempat di Lowanu mampu memiliki 350 orang mahasiswa.
Seiring dengan berjalannya waktu, AKINDO berniat membeli perlengkapan sebagai fasilita kampus demi anak didikanya. Namun di karnakan besarnya biaya yang akan dikeluarkan maka muncul penolakan, sehingga menimbulkan pro dan kontra antara yang setuju dan penolakan. Keadaan pun semakin memanas, kasus ini pun kian memanjang dan meluas hingga ke meja hijau. Sampai akhirnya pihak Retjo Buntung dan AKINDO berdamai dengan satu keputusan puncak bawah AKINDO harus berpindah lokasi dari Lowanu dengan tetap memakai nama AKINDO dan di izinkan membawa fasilitas-fasilitas kampus dan seluruh mahasiswa. Sebuah keputusan yang amat berat namun tetap harus di lakoni. Dan tak lama setelah itu posisi kampus AKINDO di Lowanu di gantikan oleh berdirinya kampus baru yaitu AKRB (Akademi Komunikasi Radya Binatama) dan masih berdiri hingga saat ini.
Nasib AKINDO yang saat ini sedang di ujung tanduk harus tetap berusaha mendapatkan lahan baru untuk kembali meneruskan perjuangannya membangun kampus komunikasi professional. Dan dengan usaha yang tak mudah, pada tahun 1999 AKINDO berhasil berdiri sendiri dengan menyewa gedung di kompleks UPN (Universitas Pahlawan Negara). Berbagai cobaan ternyata masih membayangi. Gedung di kompleks UPN yang ditempati AKINDO runtuh akibat gempa. Pengalaman pahit di tahun 1995/1996 harus terulang kembali. ya, sekali lagi AKINDO harus mencari tempat baru. Sudah jatuh tertimpa tangga, entah dari mana muncul isu yang menyeruak bahwa kepindahan AKINDO dari kompleks UPN dikarenakan adanya kasus sengketa tanah dengan pihak Keraton Yogyakarta. Berbagai sumber menyatakan bahwa ini sebatas urusan antara pihak UPN dengan pihak Keraton Yogyakarta, AKINDO tak sedikitpun terlibat di dalamnya. Dan entah mengapa dan bagaimana, kasus ini tetap menjadi sebuah misteri yang belum sepenuhnya terkauk.
Sebuah perjuangan yang tak mudah untuk mendapatkan lahan baru lagi dengan tetap dibayangi pengalaman-pengalaman pahit sebelumnya. Dan pada tahun 2007, AKINDO menempati lahan baru dan menetap di jalan Lasda Adisucipto Km6,3 yogyakarta, hingga sekarang.
AKINDO sebuah akademi bidang komunikasi terapan pertama di Yogyakarta mempunyai rencana kedepannya yaitu dapat membentuk S1 untuk dua atau tiga tahun lagi. kini telah menyandang status Akreditasi A dan telah berhasil menjadi Akademi Komunikasi professional dengan visi menjadi lembaga pendidikan tinggi komunikasi unggulan dan kini menyiapkan sumber daya manusia professional di bidang komunikasi terapan. Sebuah titian hidup yang tak mudah sampai kini mampu mencetak mahasiswa dengan berbagai prestasi yang tak pantas untuk diremehkan. Diantaranya adalah juara dua brendy Honda Beat, Film pendek, dan program TV. Semua ini dapat dijadikan sebagai obat penawar atas rasa pahit yang tak gampang untuk memudarkannya. Perjalanan masih panjang dan perjuangan tak akan hanya sampai di sini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar